Pertanyaan Dari Sana, Responden Dari Sini

Lab #08 · firmansyarifuddin.id Tulisan sebelumnya berhenti di satu pertanyaan yang sengaja saya gantung. Kalau satu item skala Likert terlalu rapuh dan yang kita butuhkan adalah skor gabungan yang tervalidasi, dari mana skor itu berasal? Dan bagaimana kita tahu bahwa ia memang layak dipercaya? Kabar baiknya, di bidang kesehatan gudang instrumen tervalidasi itu penuh sesak. … Read more

Rensis Likert Tidak Merata-ratakan Satu Pertanyaan

Lab #08 · firmansyarifuddin.id Pada tahun 1932, seorang mahasiswa doktoral di Columbia bernama Rensis Likert menerbitkan disertasi monumental berjudul “A Technique for the Measurement of Attitudes”. Waktu itu, ia sedang berburu cara mumpuni untuk mengukur sesuatu yang sangat licin: sikap manusia terhadap isu sosial. Solusi yang ia tawarkan terbilang rapi dan masih kita gunakan hingga … Read more

Ketika Layanan Ada tapi Keadilan Belum Hadir (Amartya Sen, Daniels, dkk)

Ada pertanyaan yang sering saya ajukan dalam diskusi kebijakan kesehatan dan jawabannya hampir selalu membuat orang tidak nyaman: Apakah sistem kesehatan yang menjangkau 90 persen warga bisa disebut adil, jika 10 persen yang tidak terjangkau adalah mereka yang paling membutuhkan? Kebanyakan orang menjawab dengan data cakupan. Berapa persen yang terdaftar BPJS. Berapa Puskesmas yang sudah … Read more

Ketika Mahasiswa dan Dosen Menggunakan AI yang Sama

Lab #09 · firmansyarifuddin.id Beberapa waktu terakhir saya sering menemukan pemandangan yang sama di kelas. Saya terpikir, ini fenomena yang unik, mungkin saja ini pertama kalinya dalam sejarah pendidikan, dosen dan mahasiswa memiliki akses terhadap “asisten” yang hampir sama. Hal ini membuat saya bertanya: Jika dosen dan mahasiswa menggunakan AI yang sama, apa yang sebenarnya … Read more

AI sebagai Ekosistem

Lab #08 · firmansyarifuddin.id Ketika pertama kali menggunakan AI, saya memiliki pertanyaan yang sama seperti banyak orang lainnya. AI mana yang paling bagus? Saat itu saya menghabiskan cukup banyak waktu membaca ulasan, menonton video perbandingan, dan mengikuti berbagai diskusi yang memperdebatkan aplikasi mana yang lebih unggul. Ada yang mengatakan ChatGPT terbaik. Ada yang menganggap Claude … Read more

Dari Chatbot ke AI Agent

Lab #07 · firmansyarifuddin.id Pada Oktober 2025, saya mengikuti sebuah pelatihan tentang kecerdasan buatan. Salah satu narasumbernya adalah seorang dokter yang memiliki ketertarikan besar pada dunia teknologi dan sedang mengembangkan AI Agent untuk kebutuhan akademik. Dalam sesi tersebut, saya mendengar istilah yang saat itu masih terasa asing bagi saya: AI Agent. Jujur saja, saya belum … Read more

Claude AI: Catatan Bulan Pertama

Lab #06 · firmansyarifuddin.id Saya terlambat mencoba Claude. Ketika banyak orang mulai membandingkannya dengan ChatGPT beberapa waktu lalu, saya masih cukup nyaman menggunakan alat yang sudah menjadi bagian dari rutinitas kerja sehari-hari. Akibatnya, rasa penasaran terhadap Claude selalu kalah oleh daftar pekerjaan yang harus diselesaikan. Namun beberapa minggu terakhir saya akhirnya memutuskan untuk mencobanya. Belum … Read more

Mengapa Saya Tetap Menggunakan ChatGPT

Lab #05 · firmansyarifuddin.id Dunia AI bergerak sangat cepat. Hampir setiap minggu ada aplikasi baru yang mengklaim lebih pintar, lebih cepat, lebih murah, atau memiliki fitur yang lebih lengkap dibandingkan para pendahulunya. Media sosial juga tidak pernah sepi dari perbandingan antar aplikasi. Hari ini orang membicarakan satu aplikasi, beberapa bulan kemudian perhatian berpindah ke aplikasi … Read more

AI Hanya Memasak Bahan yang Kita Sediakan

Lab #04 · firmansyarifuddin.id Banyak orang bertanya kepada saya aplikasi AI apa yang paling pintar. Ada yang membandingkan ChatGPT, Claude, Gemini, atau berbagai aplikasi baru yang terus bermunculan hampir setiap bulan. Semakin lama saya menggunakan AI, semakin saya merasa pertanyaan tersebut kurang tepat. Pertanyaan yang lebih penting justru adalah: Bahan apa yang kita berikan kepada … Read more

AI Itu Tergantung Jokinya

Lab #03 · firmansyarifuddin.id Setelah menggunakan AI hampir setiap hari selama setahun terakhir, ada satu kesimpulan sederhana yang sering saya sampaikan kepada teman-teman: “AI itu tergantung Jokinya” Kalimat tersebut awalnya hanya guyonan. Namun semakin lama saya menggunakannya, semakin saya yakin bahwa kalimat itu mengandung kebenaran yang cukup penting. Banyak orang bertanya kepada saya tentang AI … Read more