Persimpangan Nilai Profesi di RS, Kampus, dan Organisasi Modern Saat ini !

Essay #07· firmansyarifuddin.id Beberapa hari terakhir, media sosial kembali ramai membahas dugaan komentar seorang dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) terhadap pasien BPJS Kesehatan. Reaksi publik hampir seragam: marah, kecewa, bahkan mempertanyakan empati profesi dokter. Sebagian menganggap persoalan ini sebagai cerminan arogansi individu. Sebagian lain melihatnya sebagai bukti bahwa pelayanan kesehatan semakin kehilangan sisi … Read more

Ketika Kotamu Ikut Melelahkan Tubuhmu: Kenali Allostatic Load

Essay #05 · firmansyarifuddin.id Bayangkan ini sebagai rutinitas yang sangat biasa. Seseorang bangun pukul 05.30, bergegas keluar sebelum 06.00 agar tidak terjebak puncak kemacetan. Ia duduk di balik kemudi atau berdiri berdesakan di transportasi umum selama satu hingga dua jam, dikelilingi klakson, asap knalpot, dan ketidakpastian apakah ia akan tiba tepat waktu. Di kantor, tenggat … Read more

Udara Bersih, Tubuh Diam: Bisakah Kendaraan Listrik Mendorong Kota Sehat?

Essay #04 · firmansyarifuddin.id Ada kabar baik dari Jakarta. Kualitas udara di kota ini, meskipun belum bisa disebut sehat, menunjukkan tanda-tanda perbaikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kendaraan listrik mulai meramaikan jalan. Pemerintah memberikan insentif pajak, membebaskan EV dari ganjil genap, dan menargetkan percepatan transisi dari bahan bakar fosil. Narasi yang beredar terasa meyakinkan: kita sedang menuju … Read more

Gratis, Kata Politisi yang Tidak Perlu Dipertanyakan

Essay #03 · firmansyarifuddin.id Siapa di antara kita yang belum pernah mendengar janji itu? Sekolah gratis. Berobat gratis. SIM gratis. KTP gratis. Ambulance gratis. Sertifikat tanah gratis. Dan belakangan, cek kesehatan gratis (CKG), makan bergizi gratis (MBG). Ia datang dari baliho kampanye, dari konferensi pers pejabat, dari notifikasi di ponsel kita, dari spanduk yang tiba-tiba … Read more

Ketika Anggaran Berbicara Lebih Jujur daripada Pidato Omon-Omon

Essay#03 · firmansyarifuddin.id Belakangan ini, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi perbincangan. Salah satu pemicunya adalah besarnya anggaran yang disiapkan pemerintah. Dalam APBN 2026, anggaran program ini mencapai sekitar Rp335 triliun, menjadikannya salah satu program pemerintah dengan alokasi dana terbesar. Sebagian pihak melihat angka tersebut sebagai investasi besar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia … Read more

MBG Bukan soal Rasanya, Tapi Manfaatnya

Essay #02 · firmansyarifuddin.id Ada yang menarik dari cara masyarakat Indonesia merespons program Makan Bergizi Gratis. Bukan tentang apakah program ini baik atau buruk, berhasil atau gagal. Yang menarik adalah apa yang diperdebatkan dan apa yang tidak. Yang diperdebatkan: rasanya tidak enak. Menunya membosankan. Makanannya banyak yang tersisa. Lebih baik diganti uang tunai saja agar … Read more

Makan Bergizi Gratis dan Pertanyaan yang Lebih Besar

Essay#01 · firmansyarifuddin.id Tulisan ini bukan tentang apakah program Makan Bergizi Gratis (MBG) berhasil atau tidak. Terlalu dini untuk menjawab itu, dan bukan di sini tempatnya. Tulisan ini menggunakan program itu sebagai kacamata, untuk melihat sesuatu yang lebih besar tentang cara kita memahami siapa yang memproduksi kesehatan. Setidaknya ada pertanyaan yang lebih besar. Bagaimana jika … Read more